Jumat, 27 November 2009

Mengatasi Masuk Angin dengan Kerokan 2

v Menganut hukum Einstein
Dasar pengobatan tradisional, bersumber pada energi. Energi cuma ada satu, tetapi pola penyakit ada empat yaitu kuat, lemah, panas, dan dingin. Prinsip penyembuhannya adalah mengembalikan energi ke posisi seimbang atau normal. Kalau kuat dilemahkan, yang lemah dikuatkan, yang panas didinginkan, dan yang dingin dipanaskan. Sehat itu adalah kondisi energi yang seimbang.
Demikian juga dalam kasus masuk angin, tubuh bagian belakang (yang) mengalami defisiensi energi. Untuk menyembuhkannya, tubuh harus mengembalikan keseimbangan yang dan yin. Caranya dengan menaikkan suhunya (yang) lewat cara digosok-gosok. Mengurangi yin, memang bisa menjadi seimbang, tetapi tidak berada pada porsi yang normal. Upaya untuk meningkatkan panas di bagian belakang tubuh bisa herpedoman pada hukum Einstein (E = mC² ). Energi atau panas dihasilkan dari gesekan dua benda. Kalu permukaan kulit tubuh digosok-gosok dengan tangan secara cepat, suhu tubuh pun akan meningkat. Panas yang cukup tinggi menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah dalam kulit. Otomatis peredaran darah menjadi lebih lancar dan oksigenasi lebih baik sehingga rasa sakit di tubuh berkurang.
Berhuhung gosokan dengan tangan dirasa kurang efektif, orang lalu melakukannya memakai benda tumpul, yang kemudian jamak disebut dengan kerokan itu. Alat untuk menggaruk bisa berupa uang logam, sendok, tulang, atau kayu. Pokoknya, benda tumpul yang tidak melukai kulit. Lancarnya oksigen yang dibawa darah secara signifikan memperbaiki suhu tubuh. Pembuluh vaskular menjadi lebar, darah mengalir lancar, dan oksigenasi menjadi optimal. Dalam kondisi ini pun timbul reaksi otonomik (simpatik parasimpatik). Saraf otonom pada bagian belakang tubuh juga menjadi seimbang.
Jadi, kerokan merupakan upaya mengusir masuk angin dengan peningkatan panas, dan bukan mengeluarkan atau memasukkan "angin" lewat pori-pori kulit. Bagi masyarakat awam, kerokan sering dipahami sehagai cara untuk "mengeluarkan angin" dari tubuh lewat pori-pori kulit. Padahal, angin atau udara tidak pernah masuk atau keluar lewat pori-pori. Angin hanya bisa masuk atau keluar lewat organ pernapasan dan pencernaan.
Sebenarnya ada cara tradisional lain untuk meningkatkan suhu permukaan tubuh yaitu dengan membalurkan abu dapur hangat atau param. Kini sedang diteliti pula alat penghangat tradisional Cina bernama mcksa yang terbuat dari daun kering tanaman Artemesia vulgaris dari spesies Chrysanthemum. Kompres penghangat itu juga bermanfaat untuk mengusir masuk angin.
Masuk angin gara-gara gelontoran angin dingin AC, tidak perlu diobati. Cukup menggeser tempat duduk, pegalnya akan sembuh. Tapi kalau sudah kronis, perlu perlakuan yang sulit dan mahal, biasanya dengan alat-alat pemanas elektrik. Masuk angin kronis tidak sekadar di bawah kulit tapi sudah sampai ke dalam otot. Jadi, perlu pemanasan dalam sampai kedalaman 3 - 4 cm di bawah kulit. Itu tidak mungkin dicapai dengan kerokan.

v Ada polanya
Kerokan tidak dilakukan pada tubuh bagian depan (yin). Selain kurang etis, juga kurang berguna. Untuk mengusir masuk angin, yang efektif mengerok daerah yang (bagian belakang tubuh dan kepala atau leher). Pola umum kerokan biasanya membentuk "garis-garis" lurus dari atas ke bawah dan miring di sisi kiri-kanan ruas-ruas tulang belakang ataupun pada leher bagian IDelakang. Menurut Koosnadi, itu bukan tanpci alasan. Pada tubuh kita terdapat sekitar 360 titik akupungtur utama yang berhubungan dengan organ penting. Begitu pun pada tuhuh bagian belakang, terdapat titik-titik yang berhubungan dengan organ dalam tuhuh (organ viscera).
Dengan pola kerokan yang henar, yakni ditarik lurus ke bawah di sisi kanan-kiri ruas tulang belakang, kemudian digeser condong ke arah kiri dan kanan seperti itu, reaksi sepenuhnya dapat dicapai. Dengan kata lain, titik-titik akupungtur dapat dicapai dengan sempurna. Gosokangosokan itu mungkin secara tidak sengaja menekan titiktitik akupungtur tertentu di tubuh hagian belakang.
Tindakan kerokan searah yang diulang-ulang merupakan gerakan memperkuat. Sampai sejauh mana kekuatan tekanannya tidak ada batasan tertentu. Yang penting tak sampai melukai. Tiap orang memiliki kepekaan kulit dan daya tahan terhadap rasa sakit yang berbeda-beda. Karena itu, ada yang dikerok pelan saja sudah meringis kesakitan. Tapi tak jarang ada yang jutru minta dikerok kuat-kuat sampai hagian kulit merah padam. Padahal tak ada aturan hasil kerokan harus sampai merah darah. Kalau seseorang menderita masuk angin, otomatis permukaan kulit akan cepat memerah jika digosok.
"Dengan digosok atau dikerok, pembuluh darah yang menyempit akan cepat melebar. Terjadi peredaran darah sangat cepat pada bagian yang dikerok sehingga kulit menjadi merah. Ada reaksi zat-zat di jaringan di bawah kulit, sehingga menimbulkan semacam perdarahan di bawah kulit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar