Mengatasi Masuk Angin dengan Kerokan
Misteri kerokan makin lama makin terkuak rahasianya melalui penelusuran titik akupungtur. Terapi tradisional yang secara turun-temurun dilakukan untuk mengusir masuk angin ternyata memang manjur untuk menolak angin sampai bikin orang ketagihan.
Di antara sekian jenis gangguan kesehatan, masuk angin termasuk yang paling sering kita derita. Gejalanya antara lain meriang, kepala pening, leher dan pundak pegal-pegal. Banyak yang lalu mengandalkan jejamuan tradisional untuk mengusir angin" yang telanjur masuk". Namun, tidak sedikit yang memilih cara tradisional lain yaitu "melukisi" bagian tuhuh dengan menggosokkan uang logam dan minyak atau balsam sebagai pelicin. Hasilnya, memang lumayan cespleng asal bukan masuk angin kasep (kronis) yang sudah berat.
Misteri ilmiah kerokan atau kerikan yang sudah berlangsung turun-temurun di kalangan masyarakat kebanyakan ini ahirnya semakin terkuak oleh para ahli yang melakukan penelitian untuk menelusuri titik-titik akupungtur. Ketua Laboratoriurn Akupungtur pada Pusat Penelitian Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Depkes RI, Surabaya menuturkan, kerokan sebenarnya salah satu cara untuk menghangatkan bagian tubuh yang digosok-gosok.
Ketika orang menderita inasuk angin, yang oleh katangan kedokteran lazim disebut common cold, suhu tubuh bagian belakang turun. Masuk angin itu terjadi akihat penurunan atau defisiensi (kekurangan) energi panas di tubuh bagian belakang. Dengan kerokan suhu bagian itu coba dihangatkan untuk mencapai keseimbangan semula.
Untuk menjelaskan pola keseimbangan itu, yakni dengan meminjam konsep dasar pengobatan tradisional (Cina) yang membagi tubuh menjadi bagian tubuh panas (yang) dan bagian tubuh dingin (yin). Bagian yang meliputi kepala serta tubuh bagian belakang. Sementara yin terdapat pada tubuh bagian depan. Menurut konsep yin-yang, orang dibilang sehat bila yin dan yang tubuh dalam keadaan seimbang. Kalau tidak seimbang, akibatnya akan sakit. Begitu pula kalau yin defisien, berarti tubuh sakit. Yang terlalu tinggi, yin rendah, sakit juga.
Dalam hal masuk angin, defisiensi panas (yang) atau penurunan suhu tubuh menyebabkan pembuluh darah di kulit tubuh bagian belakang mengalami penyempitan (konstriksi). Tembuluh darah kulit yang (mengalami) konstriksi memberi reaksi dingin. Konstriksi itu merupakan efek kompensasi. Saat suhu tubuh bagian belakang menurun, otomatis pembuluh darah kulit herkontriksi agar seluruh tubuh tidak dingin. Konstriksi itu, bisa mengakibatkan oksigenasi pada permukaan tubuh bagian belakang berkurang. Kalau oksigenasi pada permukaan tubuh (terutama bagian belakang) turun atau berkurang, sekujur hadan terasa sakit. Selanjutnya, muncul gejala bersin pertanda terjadi penurunan temperatur tuhuh. Nah, tindakan kerokan bisa mengubah kondisi tubuh yang mengalami defisiensi panas tudi menjadi seimbang.
Jumat, 27 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar