Jumat, 27 November 2009

Jamur Dipa Rumpun Ragi

Jamur Dipa Rumpun Ragi
Juga Jamur Dipa pernah ikut menghebohkan masya­rakat, karena kemampuannya membuat alkohol dari cairan teh manis. Heboh pertama terjadi sekitar tahun 1935-an dulu, ketika koran kuning jaman Belanda mewartakan ada sejenis jamur Indonesia yang mula-mula hanya kecil, tapi kalau dipiara dalam stoffles gelas dengan teh ma­nis sebagai makanannya, dapat tumbuh menjadi besar dan mengubah teh manisnya menjadi ceder teh (tea ceder) yang berkhasiat sebagai obat kuat ser­ba guna.
Tapi kemudian ada yang memperingatkan (dalam koran kuning juga), bahwa orang yang terlalu banyak minum air jamur dipa akan ketumbuhan jamur itu sampai membesar perutnya, melebihi bierbuik-bierbuik yang biasa kita jum­pai sebagai perut buncit pada para penggemar bier. Lama-lama akan menjadi lebat sampai seperti. hutan dalam pe­rut. Dan mungkin dapat terus menjalar sampai ke kerongkongan dan tenggorok­an, sehingga orang yang ber­sangkutan mati konyol, karena tercekik lehernya. Ini berita non sense, memang!
Tapi demikianlah sensasi yang beredar di kalangan yel­low papers waktu itu. Bukan main gemparnya ma­syarakat. Semua orang menja­di berbalik seratus delapan pu­luh derajat, benci terha­dap jamur dipa! Anehnya, jamur dipa yang di­buang ke pojok pekarangan te­tap saja tumbuh terus seperti sedia kala.
Heboh mutakhir kita dengar dari para anggauta ABRI yang baru pulang dari Irian Jaya, membawa segumpal jamur ke asramanya di Jawa gundul (Asrama pulau Jawa me­mang sudah tidak ada lagi te­tumbuhan hijaunya seperti asrama luar Jawa).
Jamurnya diwartakan diam­bil dari suatu lembah rahasia di hutan belantara Irian Ba­rat, yang sampai sekarang be­lum pernah diinjak orang luar, kecuali dukun. Karena itulah, jamurnya juga misterius se­perti dukun-dukun. Ia dapat menghasilkan air yang bila di­minum mampu menghilangkan rasa pegel linu. Sangat mu­jaib (mujarab dan ajaib), ka­lau dihidangkan sesudah la­tihan militer-militeran. Maka, banyak penghuni as­rama tentara yang kemudian rame-rame ikut piara jamur militer. Dan demam jamur te­lah melanda Angkatan Perang Republik Indonesia kita.
Bagaimana rupanya jamurnya? Ternyata Saccharomyces ju­ga. Tapi masih diketemukan jenis Saccharo­myces dan sejenis bakteri cu­ka (Acetobacter) pula, yang ikut mengerjakan air teh bergula tadi menjadi ceder teh. Hasilnya memang cam­puran segala macam rasa se­dap dan asam manis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar