Melibatkan multidisiplin
Klinik nyeri dibuka untuk menolong orang yang menderita nyeri berkepanjangan. Klinik macam ini memang belum populer di kalangan pasien. Sebah, baru muncul belakangan, jauh setelah klinik bersalin, klinik mata, klinik THT dan sebagainya diadakan di berbagai rumah sakit. jumlahnya pun beluni banyak. Apalagi yang sifatnya terpadu dengan melibatkan berbagai spesialisasi lainnya seperti pada Klinik Nyeri RS Jakarta.
Klinik nyeri diadakan karena memang semakin dibutuhkan masyarakat. Hasil penelitian Davis, Botterell, dan Munro menunjukkan, nyeri diderita oleh 30% penduduk, baik di negara maju maupun berkembang, di kota besar maupun pedesaan. "Rumah sakit kami, yang baru selesai dan dilengkapi dengan klinik nyeri ini, memang dibangun dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan masyarakat," ujar dr. H. Cholid, SKM., direktur RS Jakarta.
Karena semua nyeri berhubungan dengan saraf, "gawang" klinik yang dibuka pada 2 Agustus 1995 lalu ini dijaga oleh dokter saraf dan bedah saraf. Ruang tempat menerima pasien berada di lantai I gedung rumah sakit di kawasan JL Jend. Sudirman, Jakarta, Kabarnya, berapa klinik nyeri lain sudah dibuka. "Tapi yang memiliki 'label' multidisiplin baru di sini," jelas dr. Aminuddin, salah satu. dokter ahli bedah saraf di sana. Menurutnya, klinik nyeri ini melibatkan
Itu hampir seturuh disiplin yang ada di dunia kedokteran.
Beberapa dokter spesialis yang bakal terlibat dalam penanganan pasien di antaranya dokter saraf, bedah saraf, ortopedi, penyakit dalam, kardiologi/jantung, rehabilitasi medik, jiwa, THT, kandungan, dan sebagainya. "Hampir seluruh spesialisasi yang berhubungan dengan nyeri dilibatkan," tambah dr. Ali Shahab, dokter bedah saraf lainnya. Di sinilah nyeri ditelusuri penyebabnya dan ditangani sampai tuntas. Begitu pasien datang, langsung dikorek informasi tentang lamanya menderita, lamanya pengobatan yang telah dilakukan, dokter yang pernah menangani, pemeriksaan yang telah dilakukan, dan pengobatannya. Bila telah dilakukan pemeriksaan laboratoris maupun radiologis, hasilnya dianalisis dan dipelajari semuanya, sampai bisa menyimpulkan penyebabnya. Juga, menentukan cara penyembuhan paling tepat. Kalau nyerinya saja yang dihilangkan tanpa mengetahui penyebabnya, penyakit yang menyebabkan nyeri itu akan terus merongrong tanpa disadari. Ini akan berakibat fatal atau bahkan menjadikan cacat.
Jumat, 27 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar