Biang Keladi dan Gejalanya
Orang Mesir pada tahun 1552 SM sudah mengenal penyakit yang ditandai dengan seringnya kencing dalam jumlah banyak, penurunan berat badan cepat, dan rasa sakit. Pada tahun 400 SM seorang penulis India, Sushrutha, menamai gejala penyakit ini honey urine disease (kencing madu). Tahun 200 SM penyakit ini pertama kah disebut Diabetes mellitus (diabetes mengalir terus; mellitus manis), DM.
Biang keladi DM yang juga populer dengan sebutan kencing manis ini ialah kurang efektifnya produksi hormon insulin dari sel kelenjar Langerhans pada organ pankreas. Macetnya produksi ini hisa karena menyusutnya jumlah sel penghasil hormon insulin sejak seseorang dilahirkan (bawaan; keturunan), serangan virus, atau penyakit degeneratif. "Bahkan juga akibat penyakit autoimun," tambah Paul Zakaria daGomez, dokter imunologi dari RSAB Harapan Kita, Jakarta. Namun ada juga orang yang mengidap DM meski insulinnya cukup. Ini karena reaksi tubuh terhadap kehadiran insulin kurang efisien; tubuh tidak mampu mengoksidasi glukosa menjadi energi. Keadaan ini biasanya menyerang orang setengah baya ke atas, karena faktor degenerasi, kurang olahraga, kegemukan, dsb.
"Gejala akut DM pada satu penderita dengan penderita lain memang tidak selalu sama," tegas David. Namun, ada gejala khas Yang sering kurang dirasakan seperti terus-menerus lapar (polifagia), haus (polidipsia), serta banyak kencing (poliuria). Dalam fase ini umumnya berat badan penderita terus naik, karena jumlah insulin dalam tubuhnya masih mencukupi. Bila dalam keadaan demikian penyakit belum juga terdeteksi, akan timbul gejala yang disebabkan kurangnya insulin. Pada tahap ini nafsu makan penderita mulai berkurang, kadang kala disertai mual. Tapi penderita tetap doyan minum, banyak kencing, tapi cepat merasa capek dan lemas. Berat badan pun menurun drastis (5 - 10 kg dalam waktu. 2 - 4 minggu).
"Bila tidak diobati sesuai petunjuk dokter, penderita akan semakin sering merasa mual diikuti muntah, bahkan bisa pingsan atau koma karena kadar gula terlalu. tinggi (umumnya melebihi 600 mg%)," David mengingatkan.
Sedangkan pada diabetes kronis biasanya gejala timbul secara perlahan, antara lain berupa sering kesemutan, kulit terasa panas atau. seperti tertusuk jarum, rasa tebal di kulit, mudah kram, mengantuk, mata kabur, gatal sekitar kernaluan (terutama wanita), gigi mudah goyah dan lepas, kemampuan seksual menurun, bahkan impoten. Pada ibu hamil sering terjadi keguguran yang mengakibatkan kematian janin dalam kandungan. Kalau bayi dilahirkan selamat pun berat lahir bayi lehih dari 4 kg.
Kamis, 26 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar