Kamis, 26 November 2009

Biang Keladi dan Gejala Diabetes

Biang Keladi dan Gejalanya
Orang Mesir pada tahun 1552 SM sudah mengenal pe­nyakit yang ditandai dengan seringnya kencing dalam jum­lah banyak, penurunan berat badan cepat, dan rasa sakit. Pada tahun 400 SM seorang penulis India, Sushrutha, me­namai gejala penyakit ini ho­ney urine disease (kencing madu). Tahun 200 SM penya­kit ini pertama kah disebut Diabetes mellitus (diabetes mengalir terus; mellitus manis), DM.
Biang keladi DM yang ju­ga populer dengan sebutan kencing manis ini ialah ku­rang efektifnya produksi hormon insulin dari sel kelenjar La­ngerhans pada organ pankreas. Macetnya produksi ini hisa karena menyusutnya jumlah sel penghasil hormon insulin sejak seseorang dilahirkan (bawaan; keturunan), serang­an virus, atau penyakit dege­neratif. "Bahkan juga akibat penyakit autoimun," tambah Paul Zakaria daGomez, dokter imunologi dari RSAB Harap­an Kita, Jakarta. Namun ada juga orang yang mengidap DM meski insulinnya cukup. Ini karena reaksi tubuh terhadap keha­diran insulin kurang efisien; tubuh tidak mampu mengok­sidasi glukosa menjadi ener­gi. Keadaan ini biasanya me­nyerang orang setengah ba­ya ke atas, karena faktor degenerasi, kurang olahraga, kegemukan, dsb.
"Gejala akut DM pada sa­tu penderita dengan pende­rita lain memang tidak selalu sama," tegas David. Namun, ada gejala khas Yang sering kurang dirasakan seperti te­rus-menerus lapar (polifagia), haus (polidipsia), serta ba­nyak kencing (poliuria). Da­lam fase ini umumnya berat badan penderita terus naik, karena jumlah insulin dalam tubuhnya masih mencukupi. Bila dalam keadaan de­mikian penyakit belum juga terdeteksi, akan timbul gejala yang disebabkan kurangnya insulin. Pada tahap ini nafsu makan penderita mulai ber­kurang, kadang kala disertai mual. Tapi penderita tetap doyan minum, banyak kencing, tapi cepat merasa capek dan lemas. Berat badan pun me­nurun drastis (5 - 10 kg da­lam waktu. 2 - 4 minggu).
"Bila tidak diobati sesuai petunjuk dokter, penderita akan semakin sering merasa mual diikuti muntah, bahkan bisa pingsan atau koma ka­rena kadar gula terlalu. tinggi (umumnya melebihi 600 mg%)," David mengingatkan.
Sedangkan pada diabetes kronis biasanya gejala timbul secara perlahan, antara lain berupa sering kesemutan, ku­lit terasa panas atau. seperti tertusuk jarum, rasa tebal di kulit, mudah kram, mengan­tuk, mata kabur, gatal sekitar kernaluan (terutama wanita), gigi mudah goyah dan lepas, kemampuan seksual menu­run, bahkan impoten. Pada ibu hamil sering terjadi kegu­guran yang mengakibatkan kematian janin dalam kan­dungan. Kalau bayi dilahir­kan selamat pun berat lahir bayi lehih dari 4 kg.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar