Jumat, 27 November 2009

Sarana terapi Rasa Nyeri

Sarana Terapi
Seperti halnya penyembuhan penyakit, penghilangan atau pengurangan rasa nyeri bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dengan menggunakan morfin, obat-obatan, blok saraf, sampai dengan disetrum.
Opium termasuk obat yang paling ampuh digunakan untuk menangani beragam kasus nyeri. Serbuk kering dari tanaman opium (Papaver somniferum) ini merupakan analgesik tertua dan terkenal. Sementara, morfin merupakan penghilang rasa nyeri (analgesik) yang juga efektif. Bahan-bahan narkotik ini mempengaruhi endhorphin dengan mengikat reseptornya dan menghentikan atau mengurangi kerja saraf nye­ri. Tapi penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter. Pasalnya, barang ini bikin orang kecanduan dan menyebabkan pasien semakin tahan terhadap pengaruhnya, sehingga orang itu memerlukan dosis lebih tinggi untuk melawan nyeri. Karenanya, opium dan morfin tidak dianjurkan untuk terapi jangka panjang. Hanya untuk mengatasi nyeri setelah operasi dan menangani pasien dengan penyakit ganas seperti kanker.
Obat-obat analgesik nonnarkotik modern se­perti aspirin dan asetaminofen kurang kuat di-bandingkan dengan opium, tapi menimbulkan ketergantungan. Obat-obat ini digunakan untuk mengurangi nyeri akibat radang. Cara kerjanya pun berbeda dengan opium, yakni dengan mencegah perubahan arachidonic acid menjadi prostaglandin yang dapat mempertinggi sensitivitas terhadap nyeri.
Obat-obatan psikotropik digunakan untuk mengatasi nyeri akibat proses psikologis. Obat-obat ini bekerja mengurangi kegelisahan dan rnengubah persepsi nyeri pada diri pasien. Nyeri macam ini juga dapat ditanggulangi da-lam cara yang sarna dengan hipnosis, placebo, dan psikoterapi.
Saraf-saraf tertentu dapat diblok bila nyeri terbatas pada satu area yang memiliki banyak saraf sensorik. Caranya, bisa dengan menggu­nakan phenol, lidocaine, atau pemutusan saraf. Phenol merupakan neurolitik yang merusak sa­raf secara tetap. Lidocaine dapat digunakan un­tuk pertolongan sementara. Operasi pemutusan saraf merupakan penanganan radikal yang amat jarang dilakukan.. Pasalnya, cara ini dapat menimbulkan efek sampingan serius, seperti hilangnya kemampuan motorik.
Beberapa nyeri dapat ditangani pula de­ngan rangsangan listrik. Elektroda ditempatkan pada kulit di dtas area yang nyeri, dan arus listrik ringan dialirkan. "Penyetruman" terhadap ujung saraf'ini menghambat serabut saraf membangkitkan rasa nyeri. Akupungtur, korri-pres, dan penghangatan juga bekerja dengan mekanisme yang sama dengan "penyetruman" dalam menghilangan nyeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar