Penderita silider tidak selalu independen, terkadang bisa merupakan kombinasi silinder dan rabun jauh (asigmatismus myopi) dan kombinasi silinder dan rabun dekat (asigmatismus hipermetropi).
Selain itu, penggunaan lensa, cara terbaru adalah dengan LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis). Teknologi yang menggunakan sinar laser ini mampu membuat kornea menjadi ideal, baik secara bentuk maupun fungsi.
Ciri khas dari penderita asigmatismus, adalah suka memiringkan kepala saat mengamati atau memandang sesuatu. Bahkan, biasanya disertai dengan pemicingan mata. Hal itu dilakukan karena dia berusaha untuk mendapatkan sudut yang paling sempurna untuk menangkap bayangan benda.
Ciri lain yang dapat dirasakan oleh penderita kelainan ini adalah pandangan yang kabur, serta tim-bulnya rasa pusing saat berada di kerumunan banyak orang. Selain itu penderita ini biasanya sering melihat garis-garis yang rapat. Hal ini disebabkan sumbu garis-garis tersebut tidak sesuai dengan sumbu astigmatismnya, sehingga mata berusaha untuk mengfokuskanya.
"Gangguan ini tidak dapat disembuhkan dengan makanan, juga tidak bisa dengan terapi," terang dokter asal Surabaya ini.
Rabu, 25 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar