Rabu, 25 November 2009

Kondisi Seseorang Ketika di Akhirat

Kondisi Seseorang Ketika di Akhirat

Dari keterangan berbagai hadits, Al-Ghazali menyimpulkan bahwa setiap orang akan dibangkitkan dalam kondisi persis seperti ketika ia mati (mengenai bahagia atau pun celakanya di akhirat nanti). Dan kondisi kematian seseorang adalah persis sebagaimana ketika ia masih hidup. Artinya di akhirat seseorang akan dibangkitkan sesuai dengan isi hatinya ketika ia hidup di dunia, bukan dari sosok tubuhnya. Dari sifat-sifat hati inilah mereka akan divisualisasikan (diwujudkan) dengan berbagai gambar konkrit. Sehingga jika saja seseorang ketika hidupnya banyak memakai sifat anjing, maka nanti di akhirat ia akan dibangkitkan berupa anjing pula. Jadi kondisi di akhirat nanti akan berbalik penuh, dimana anggauta zahir yang tampak di dunia ini akan menjadi batin. Dan apa yang batin dan bersemayam di hati ini ketika hidup di dunia, maka nanti akan tampak sejelas-sejelasnya. Namun yang paling menentukan adalah apa yang dinamakan khatimah, yakni sebuah akhir kehidupan dimana seseorang mendapat predikat bahagia (husn) atau pun celaka (suu’).Sebagai misal, jika saja seseorang dalam mengarungi kehidupan dunia ini pada paroh umur awalnya selalu menjalankan kebajikan dan berbagai amal ibadah. Namun ketika menjelang maut atau pada paroh akhir hayatnya ternyata ia bergelimang dengan berbagai dosa dan kemaksiatan, maka catatan yang menjadi acuan sebagai orang bahagia atau celaka di akhirat nanti adalah amal ketika ia dijemput maut, yakni ketika ia menutup kehidupannya. Begitu pula kebalikannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar