Jumat, 27 November 2009

Hati-hati Kalau Mata Pedih dan Napas Sesak 2

Di mana-mana
Karena formaldehida mendapat tentangan keras di Amerika Serikat, "bisnis busa itu sudah bangkrut" tulis "New York Times" permulaan bulan Oktober tahun yang lalu. Industri AS sudah beberapa tahun yang lalu mendirikan "Lembaga Formaldehida" untuk memperbaiki dampak bahan kimia itu. Gas tersebut merupakan bahan penting dalam banyak produk yang mempunyai omzet bermilyar-milyar dolar. Di Jerman Barat saja setiap tahun diperlukan 500.000 ton formaldehida.
Bahan ini kini dicurigai sebagai bahan penyebab kanker. Kalau dihirup dalam waktu lama gas tersebut menyebabkan kanker hidung pada tikus. Lebih dari 20 ilmuwan terkenal, antaranya Prof. Arthur C. Upton, bekas direktur Lembaga kanker nasional Amerika, menunjuk formaldehida sebagai penyebab kanker pada manusia.
Formaldehida juga dianggap sebagai penyebab alergi. "Lima persen pasien kami menderita alergi formaldehida", kata dokter kulit Dr. Monika Agathos dari rumah sakit kota praja Muenchen. Orang yang menderita alergi sulit untuk mengelakkan gas murah dengan formula kimia CH2O. Soalnya ia tidak tahu kapan ia berhubungan dengan formaldehida. Bahan tersebut ada dalam damar buatan, digunakan untuk menyamak kulit, mencuci film dan untuk mengikat serat serbet kertas, membuat katun tidak berkerut dan kancing plastik keras.
Secara alami formaldehida terdapat dalam asap pada pembakarau kayu keras sebanyak 25 - 40 bagian per sejuta (bpj). Pada suhu ruang, formaldehida berbentuk gas yang tidak berwarna dengan bau tajam menyesakkan. Udara yang mengandung formaldehida 5 mg/liter akan membahayakan kcsehatan manusia.
Sebagai bahan fumigasi, formaldehida membasmi bakteri, cendawan, virus dan ngengat yang ada dalam ruangan. Kalau Anda masuk gudang, toko atau pasar tekstil dan napas terasa sesak dan keluar air mata, gas formaldehidalah penyebabnya. Bukan hanya busa isolasi tetapi juga panel-panel kayu untuk menutupi dinding bisa mengeluarkan gas itu. Pada tahun 1977 banyak kayu lapisan harus dibongkar dari sekolah-sekolah Jerman karena ratusan anak mengalami hidung berdarah, mata terasa pedas, batuk dan konsentrasi terganggu. Biaya yang dikeluarkan sampai jutaan DM.
Dokter menggunakan bahan itu dalam larutan encer (formalin) untuk disinfeksi dan untuk mengawetkan mayat. Terutama sebagai pembunuh bakteri bahan tersebut ada dalam puluhan jenis obat seperti spray leher, pasta gigi medisinal sampai pil yang dimasukkan ke vagina.
Penderita alergi baru akan merasa apakah suatu produk berbahaya bagi dia atau tidak, kalau sudah dipakai di kulitnya. Bila kosmetika mengandung lebih dari 0,05% formaldehida, bahan ini harus disebut di kemasannya. Pada bahan rumah tangga lain keharusan ini tidak ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar