Zat Beracun
Asap rokok sebenarnya zat aerosol yang seperti halnya zat penyemprot hama atau deodoran, terbentuk dari partikel-partikel yang tak kelihatan dan disebarkan dalam bentuk gas. Campuran yang mematikan dari asap rokok itu, mengandung paling sedikit 4.000 senyawa kimia, 43 di antaranya diketahui bersifat karsinogen. Tanpa mereka inginkan, orang-orang yang bukan perokok harus menghirup dua macam asap yang berbeda. Pertama menghirup asap arus utama, dihembuskan keluar dari dalam paru-paru si perokok. Kedua, menghisap asap arus sampingan, menyebar dari nyala ujung rokok.
Kebanyakan ahli menganggap, asap arus sampingan lebih berbahaya bagi orang bukan perokok, dibandingkan asap arus utama, yang disaring paru-paru si perokok. Asap yang mengepul dari ujung rokok yang menyala, berwarna abu-abu kebiruan mirip kabut, sedangkan yang dihembuskan dari mulut perokok berwarna kuning kepucatan. Selain itu, menghisap asap arus utama hanya terjadi kalau si perokok menghembuskan keluar asap itu dari mulutnya, sekitar 10 kali hembusan untuk setiap batang rokok. Namun asap arus sampingan, terus berlangsung selama rokok masih menyala terus, sekitar 5 atau 10 menit. Banyak dari zat beracun yang dikandung dalam asap itu terus bertahan berada dalam ruangan, selama berjam-jam.
Beberapa di antara zat beracun yang terkandung dalam asap arus sampingan itu, karbon monoksida yang sama dengan gas beracun buangan knalpot mobil. Kemudian zat hidrogen sianida zat kimia yang digunakan untuk menghukum mati narapidana dalam kamar gas, juga nikotin zat pembasmi hama tanaman sangat mematikan.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan ahli fisika James Repace di Univesitas Harvard, Cambridge, Massachussett seorang bukan perokok lebih banyak kemungkinannya terkena penyakit kanker, karena menghirup asap rokok dari para perokok di sekitarnya, daripada kemungkinannya mendapatkan penyakit kanker karena menghirup berbagai polusi udara berbahaya yang disebutkan oleh EPA, termasuk asbes, arsenik, radio aktif, digabungkan jadi satu.
Sangat mengejutkan, zat-zat kimia beracun dan penyebab karker disebabkan asap rokok di tempat-tempat para perokok menghembuskan asapnya, misalnya saja di restoran-restoran, bar, cafetaria, gedung-gedung olah raga, dan ruang konperensi.
Orang bukan perokok yang menghirup asap rokok, jaringan tubuhnya langsung mengubah nikotin yang dihirupnya menjadi kotinin, zat kimia yang dengan mudah bisa diukur dalam darah atau urine. Pengukuran kotinin dalam darah dan urine itu menunjukkan, hampir semua orang menghirup asap rokok, baik disadari atau tidak. Suatu penelitian terhadap 663 orang bukan perokok misalnya, menunjukkan 91% darah dsn urine mereka mengandung kotinin.
Jumat, 27 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar