Jumat, 27 November 2009

Bahaya Asap Rokok

Zat Beracun

Asap rokok sebenarnya zat aerosol yang seperti halnya zat penyemprot hama atau deodoran, terbentuk dari partikel-partikel yang tak keli­hatan dan disebarkan dalam bentuk gas. Campuran yang mematikan dari asap rokok itu, mengandung paling sedikit 4.000 senyawa kimia, 43 di antaranya diketahui bersifat karsinogen. Tanpa mereka inginkan, orang-orang yang bukan per­okok harus menghirup dua macam asap yang berbeda. Pertama menghirup asap arus utama, dihembuskan ke­luar dari dalam paru-paru si perokok. Kedua, menghisap a­sap arus sampingan, me­nyebar dari nyala ujung rokok.
Kebanyakan ahli mengang­gap, asap arus sampingan le­bih berbahaya bagi orang bu­kan perokok, dibandingkan a­sap arus utama, yang disaring paru-paru si perokok. Asap yang mengepul dari ujung ro­kok yang menyala, berwarna abu-abu kebiruan mirip kabut, sedangkan yang dihembus­kan dari mulut perokok ber­warna kuning kepucatan. Selain itu, menghisap asap arus utama hanya terjadi ka­lau si perokok menghembus­kan keluar asap itu dari mulut­nya, sekitar 10 kali hembusan untuk setiap batang rokok. Namun asap arus­ sampingan, terus berlang­sung selama rokok masih me­nyala terus, sekitar 5 atau 10 menit. Banyak dari zat ber­acun yang dikandung dalam asap itu terus bertahan berada dalam ruangan, selama berjam-jam.
Beberapa di antara zat ber­acun yang terkandung dalam asap arus sampingan itu, kar­bon monoksida yang sama de­ngan gas beracun buangan knalpot mobil. Kemudian zat hidrogen sianida zat kimia yang digunakan untuk meng­hukum mati narapidana da­lam kamar gas, juga nikotin zat pembasmi hama tanaman sangat mematikan.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan ahli fisika Ja­mes Repace di Univesitas Har­vard, Cambridge, Massachus­sett seorang bukan perokok le­bih banyak kemungkinannya terkena penyakit kanker, kare­na menghirup asap rokok dari para perokok di sekitarnya, daripada kemungkinannya mendapatkan penyakit kanker karena menghirup berbagai polusi udara berbahaya yang disebutkan oleh EPA, terma­suk asbes, arsenik, radio aktif, digabungkan jadi satu.
Sangat mengejutkan, zat-zat kimia beracun dan penyebab karker disebabkan asap rokok di tempat-tempat para per­okok menghembuskan asap­nya, misalnya saja di restoran-restoran, bar, cafeta­ria, gedung-gedung olah raga, dan ruang konperensi.
Orang bukan perokok yang menghirup asap rokok, jaring­an tubuhnya langsung mengubah nikotin yang dihirupnya menjadi kotinin, zat kimia yang dengan mudah bisa di­ukur dalam darah atau urine. Pengukuran kotinin dalam da­rah dan urine itu menunjuk­kan, hampir semua orang menghirup asap rokok, baik disadari atau tidak. Suatu pe­nelitian terhadap 663 orang bukan perokok misalnya, me­nunjukkan 91% darah dsn uri­ne mereka mengandung koti­nin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar