Salamah bin Al-Akwa’,
Sahabat Rasulullah SAW yang Dijamin Surga
Salamah bin Al-Akwah, seorang pemuda yang gagah berani dan pandai berperang. Dalam berperang tak jarang ia sering melawan musuh seorang diri. Selain itu, ia juga suka bersedekah dan menolong jika ada orang yang membutuhkan.
Salamah bin Al-akwa seorang anak yang patuh pada orang tuanya. Salamah panggilan akrabnya adalah Putra Al-Akwa bin Ilyas, salah muslim yang taat beribadah. Karena begitu taatnya kepada sang ayah, ia ingin menyimpulkan keutamaan bapaknya dalam suatu kalimat singkat.
"Bapak saya tekun ibadah dan tak pernah berdusta. Memang untuk mendapatkan kedudukan tinggi di antara orang-orang saleh dan budiman cukuplah bagi sesorang dengan memiliki sifat-sifat ini. Selain itu, "kata Salamah memuji bapaknya.
Sebagai seorang pemuda, Salamah bin Al-Akwa mempunyai keahlian sebagaimana pemuda Arab pada umumnya. Ia juga pandai memanah. Sehingga dia salah satu sahabat Rasulullah yang terpilih sebagai pemanah tangguh. Ia juga sebagai pemuda yang gagah berani. Selain itu, jika punya harta tak segan-segan untuk bersedekah. Ia juga terkenal suka menolong sesama teman dan gemar berbuat kebajikan.
"Salamah sahabat yang baik dan suka menolong. Saya berbicara demikian karena saya pernah minta tolong dia langsung menolong," kata salah satu sahabat Salamah. Sifat suka menolong ini dilakukan Salamah bukan hanya ketika masuk Islam, tetapi ketika masih non muslim pun dia ringan tangan.
"Alhamdulillah saya menjadi muslim, sekira tidak mendapat hidayah, tentunya saya termasuk orang-orang yang merugi,"katanya dalann hati.
Salamah bin al-Akwa juga termasuk tokoh-tokoh Bai'atur Ridwan. Ketika pada tahun keenam Hijrah, Rasulullah SAW bersama para sahabat-sahabatnya berangkat dari Madinah hendak berziarah ke Ka’bah. tetapi dihalangi oleh orang-orang Quraisy.
"Astaghirullah, kenapa orang-orang Qurays ini masih saja mengganggu kita," kata Nabi kepada sahabat-sahabatnya yang akan dia-jak ke Makkah.
v Rasulullah Sedih
Setelah berbicara demikian maka Rasulullah mengutus Ustman bin Affan untuk menyampaikan pada mereka bahwa tujuan kunjungan hanyalah untuk berziarah dan bukan sekali-kali untuk berperang mengajak berperang.
"Wahai Usman katakan kepada mereka, kita tidak mengajak berperang tetapi kita hanya ingin berziarah, "pesan Nabi.
"Baik Nabi. Insya Allah pesan ini akan saya sampaikan kepada mereka. Dan mudah-mudahan saja mereka mau mengerti," jawab Usman.
Sementara menunggu kembalinya Ustman, tersiar berita bahwa ia telah dibunuh oleh orang-orang Quraisy. Tentu saja berita yang buruk ini membuat Nabi Muhammad sedih sekali. Kemudian Rasulullah SAW duduk di bawah naungan sebatang pohon kurma yang rindang. Lalu, para sahabat satu persatu janji setia keada Rasulullah.
Kali pertama yang melakukan janji setia sampai mati adalah sahabat Rasulullah. "Saya mengangkat baiat kepada Rasulullah di bawah pohon kurma ini, dengan pernyataan menyerahkan jiwa dan ragaku untuk Islam," janji sahabat Rasulullah ini.
Setelah berjanji mundur ke belakang. Tindakan ini diikuti sahabat Nabi Lainnya. Tatkala, sahabat-sahabat Nabi lainnya berbaiat, Rasulullah bertanya, "Hai, Salamah kenapa kamu tidak ikut baiat?"
Mendapat jawaban itu Salamah pun maju ke depan mendekat Nabi Muhammad SAW. "Saya telah baiat, wahai Rasulullah!"
"Kalau begitu ulangi sekali lagi, karena saya kurang mendengar baiat kamu," jawab Nabi.
Karena Rasulullah yang minta, tentu saja Salamah tidak berani menolak. "Saya telah berbaiat wahai Rasulullah," jawab Salamah.
Dan Salamah telah memenuhi isi baiat itu dengan sebaik-baiknya. Padahal setelah syahadat dia langsung berbait kepada Nabi. Menurut Salamah, dirinya pernah berperang bersama Rasulullah SAW sebanyak tujuh kali, mengalami kemenanngan
"Sedangkan bersama Zaid bin Haritsa sebanyak sembi-lan kali, juga tidak pernah kalah," katanya.
Salamah terkenal sebagai tokoh yang paling mahir dalam peperangan jalan kaki, memanah, serta melemparkan tombak dan lembing. Siasat yang dijalanankannya serupa dengan perang gerilya yang kita jumpai sekarang ini. Jika musuh datang menyerang, ia menarik pasukannya, mundur ke belakang. Tetapi jika mereka kembali, atau berhenti untuk beristirahat, maka diserangnya tanpa ampun.
Sabtu, 28 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar