Ada beberapa hal yang perlu anda lakukan agar persoalan si kecil tak makin runyam, yakni:
1. Anda dan suami perlu mengajak anak berbicara secara khusus dan minta maaf karena selama ini tidak memberikan perhatian secara penuh seperti orang tua yang lain.
2. Tanyakan ke anak kira kira apa alasan ibu dan ayahnya bekerja. Jelaskan secara rinci tujuan orangtuanya bekerja adalah untuk masa depan anak dan seterusnya dan gunakan bahasa yang bisa dimengerti oleh anak.
3. Jelaskan pada anak tugas orangtua apa dan tugas anak apa secara rinci.
4. Tanyakan ke anak, apakah anak bisa mengerjakan tugas tersebut (misalnya tugas anak berupa: sekolah, membantu orang tua menjaga diri sendiri, dan bermain secukupnya tetapi tidak menggunakan waktu seluruhnya untukbermain). Lalu beri jadwal rincian aktivitas yang boleh dilakukan untuk esok harinya (setiap hari usahakan untuk se-mentara bikin jadwal har-ian sampai anda pulang ke rumah) dan koreksi jadwal setiap malam menjelang tidur untuk memuji anak bila berhasil dilakukan dan mengajak anak diskusi bila tidak berhasil dilakukan.
5. Tetap masukkan bermain PS untuk aktivitas harian, tetapi dengan durasi waktu lebih pendek dari yang biasa dilakukan anak, serta beri uang secukupnya untuk acara main PS nya tersebut. Selain itu jadwalkan main PS setelah anak mengulang kembali pelajaran yang diterima di sekolah atau setelah anak belajar pelajaran untuk hari esok. Usahakan ada guru khusus yang mendampingi anak belajar atau mungkin anak di les kan di tempat lain yang lebih bisa di kon-trol keberadaannya.
6. Bila saat saat awal program ini gagal, jangan terburu-buru menyalahkan anak, dan usahakan mengendalikan diri sehingga tidak muncul masalah sampingan. Evaluasi lagi cara anda mengelola anak, dan gunakan program yang sama untuk diteruskan. Demikian, semoga uraian singkat ini ada manfaatnya.
Sabtu, 28 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar