Sabtu, 28 November 2009

Kiat Mendapat Sahabat 3

v Sering-seringlah memuji
"Pujian bagaikan cahaya matahari yang menghangatkan jiwa manusia. Kita tidak dapat berbunga dan bertumbuh tanpanya. Sementara itu kita umumnya hanya siap memberi kecaman pada orang lain, tapi enggan memberikan pujian yang menghangatkan," kata psikolog Jess Lair.
Latih diri Anda untuk melihat hal yang baik-baik dalam diri sahabat. Kenali bakat, kecakapan, dan pujilah mereka. Pujian tak hanya mempererat ikatan dua orang, tetapi juga dapat mengubah kehidupan. Contohnya, pengalaman seorang anak laki-laki 10 tahun yang menjadi buruh pabrik di Naples, Italia. Ia bercita-cita menjadi penyanyi, tapi gurunya menciutkan hatinya dengan mengatakan, "Kamu tak bisa menyanyi. Suaramu jelek sekali."
Namun, ibunya - wanita miskin dan tak berpendidikan - memeluk anak laki-lakinya dan memujinya. Kepada anaknya, sang ibu bilang, anaknya bisa menyanyi, malah ada peningkatan dalam kualitas suaranya. Pujian dan dorongan ibunya ternyata mengubah kehidupan anak itu. Enrico Caruso, nama anak itu, kemudian menjadi penyanyi opera terkenal di awal abad XX.

7. Minta maaf jika Bersalah
Minta maaf merupakan sarana untuk saling mencintai. Begitu sadar telah berbuat kesalahan dan melukai perasaan teman, cepat-cepatlah minta maaf. Lakukan apa pun sebagai silih untuk "dosa" Anda itu. Ungkapan penyesalan sambil meyakinkan teman itu. betapa Anda menghargai persahabatan kalian. Kalau teman masih diliputi perasaan kesal, kerahkan upaya ganda untuk menembusnya.
Dalam bukunya Tough Minded Faith for Tender Hearted People, Robert Schuller, pengarang ini menulis, "Memecahkan konflik harus selalu dimulai dengan suatu tekad: Saya akan mengatur konflik dan bukan konflik yang mengatur sayal Saya tak akan membiarkan konflik bertubrukan, bertentangan, atau meruntuhkan tekad yang telah saya buat. Saya akan lebih sabar dan berusaha mengatasi konflik sehingga saya akan lebih sehat dan bahagia daripada sebelumnya!"

8. Memberi Maaf saat Disakiti
Saat teman berbuat kesalahan, Anda memaafkan dengan kebesaran hati. Memberikan maaf tidak hanya menjaga persahabatan, tetapi juga mengakhiri berbagai "ganjalan" yang masih melekat akibat kesalahan si teman itu. Untuk dapat memaafkan, baik juga mengingatkan diri kita bahwa seorang teman adalah manusia juga, yang bisa berbuat kesalahan. Awas hati-hati, menolak memberi maaf, berbahaya!
Dalam buku mereka Days of Healing, Days of joy, pengarang Earnie Larsen dan Carol Larsen Hegarty berbagi wawasan tentang memaafkan, "Menolak untuk memaafkan disebut dendam. Menyimpan dendam ibarat menyembunyikan 'pencuri' dalam hati. Lama kelamaan dendam akan mencuri kegembiraan kita. Ia menggerogoti tenaga kita dalam menyelenggarakan kehidupan. Kita menjadi korban diri sendiri jika kita tidak mau memaafkan."
Persahabatan itu. ibarat tanaman di kebun, tidak pernah mati begitu saja tanpa sebab. Jika ada persahabatan yang mati, pastilah satu atau kedua pihak bersalah karena tidak mau memelihara. Makanya, persahabatan yang sehat, bersemangat, dan menyegarkan perlu dijaga dan dipelihara dengan hati-hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar