Minggu, 29 November 2009

Keindahan Pesona Anggrek 1

Anggrek diwartakan sebagai „parasit yang indah" Oleh Charles Darwin, sampai timbul
desas-desus bahwa tanaman itu mengisap darah. Sas-sus ini kemudian berkembang menjadi isyu, bahwa anggrek ada yang makan daging.

Orang yang pertama kali menemukan dan menyiarkan anggrek ke ‘Seluruh dunia" ialah Theophrastes dari Yunani kuno. Jenis yang ditemukannya kebetulan membentuk umbi dalam tanah, yang anehnya selalu berpasangan. Bentuknya nauzubillah, seperti sepasang testis kepunyaan Dewa Apollo, (salah satu dewa yang suka memberi pengarahan di Kuil Delphi). Jenis itu lalu disiarkan sebagai Orchis. Istilah Yunani ini tidak lain berarti "buah anu" itu.
Kelak, semua jenis Orchis-orchisan juga disebut orchids (oleh orang Inggris, yang bahasanya banyak menyerap kata Yunani), sampai suku bunga itu kemudian disebut Orchidaceae. Oleh dokter Dioscorides yang meneliti umbi Orchis itu ditarik kesimpulan, bahwa karena bentuknva seperti itulah, ia berpengasuh besar terhadap seksualitas orang. Kesimpulan irzi diku.tip turun-temurun selama berabad-abad kemudian, sampai para herbalist (ahli tanaman obat) abad ke-18 memasukkannya dengan rapi ke dalam daftar tanaman berkhasiat. Cocok dengan ajaran signatuur. Ajaran ini percaya sekali bahwa bagian tanaman yang mirip dengan bagian tubuh orang, "pasti" mempengaruhi bagian tubuh orang itu juga. Maka, umbi anggrek Orchis itu pun dilahap orang abad ke-15 untuk menambah gairah seks. Sayang, isinya ternyata hanya zat pati, seperti tepung kanji. Kalau direbus terkenal sebagai salep.

v Harganya Menggila
Jenis lain yang juga legendaris ialah Paphlopedilum fairieanum, yang dipamerkan di Royal Horticultural Society London pada tahun 1857. Karena yang memamerkannya Nyonya Fairie dari Liverpool, jenis itu kemudian diberi nama fairieanum. Bertahun-tahun para pemburu anggrek tak berhasil menemukan jenis aslinya yang tumbuh di alam bebas, sampai mereka menganggapnya sebagai the Lost Orchid penuh misteri. Walaupun para orchidiolog menyediakan hadiah 1.000 pon bagi yang berhasil memasukkannya ke Inggris lagi. Namun baru pada tahun 1904 jenis itu ditemukan kembali di pegunungan Bhutan, sebelah timur laut India. Seribu pon untuk sekuntum bungal
Dari abad ke abad, harga anggrek memang ada yang gi_ la, karena pencarinya di hutan tropik Asia - Afrika, Amerika Selatan atau kepulauan Pasifik, sering diajak bercanda dengan maut. Selain bahaya diterkam macan atau dibelit ular yang menguasai hutan anggrek, juga ada rintangan dari penduduk setempat yang tidak rela anggreknya diborong habis. Rintangan lain berasal dari pesaing sesama pemburu, yang menyabot anggrek pesaingnya.
Menjelang tahun 2000 sekarang ini, jenis yang masih gila bukannya anggrek alam, tapi hibrida baru yang ngetop popnya. Harga $ 25.000, atau kira-kiira Rp. 28 juta, bagi sebatang hibrida anggrek, sudah bukan kejutan lagi.
Mengapa bisa begitu, tidak lain karena tanaman itu mernang cantik dan menawan. Namun, lebih dari itu ia jarang atau langka. Sewaktu sebatang amggrek masih jarang dan tidak setiap orang bisa memperolehnya, harganya mencengangkan mahalnya. Akan tetapi sesudah Georges Morel (yang sebetulnya ahli kimia Prancis) menemukan cara pembiakan dengan kultur jaringan, maka anggrek yang semula mahal jadi murah. Dengan memotong menstem (jaringan sel) titik tumbuh dari tunas anggrek dan menumbuhkannya dengan zat makanan biakan dalam "tabung", ia dapat membiakkan anggrek tak terbatas banyaknya: Setiap kali, hasil biakannya berupa klona (duplikat tanaman induk) selalu persis sama dengan anggrek induknya. Karena dihasilkan dengan meristem culture, tanaman biakan ini lalu disebut merielone. Anggrek hibrida Cattleya warna sunset (gambar 2) misalnya. Ketika baru saja diciptakan sebagai hasil silangan biasa, ia harus dibeli $ 25.000 sebatang di Miami. Begitu ia gampang diperoleh karena dibiakkan masal melalui kultur jaringan, kontan harganya anjlok. Mericlone-nya kini bisa dibeli semurah $ 24,50 saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar