Kedekatan Seorang Ibu
Jika saja kita mau berfikir panjang, sebenarnya kejam mana sih, antara jahiliah modern dan jahiliah jadul (kuno). Jahiliah kuno, sebagaimana disinyalir dalam surah An-Nahl:
Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu (QS. An-Nahl: 58 – 59).
Ketika anak perempuan, jahiliah kuno segera menanam hidup-hidup sampai mati. Sungguh tindakan biadab. Namun dengan penalaran yang sehat kita bisa menarik kesimpulan. Anak yang baru lahir belumlah memiliki dosa, sehingga ketika ia terbunuh, sudah barang tentu tidak akan menjadi bahan bakar neraka, bahkan besar kemungkinan menjadi penduduk surga. Yang berdosa adalah sang ayah yang membunuhnya, tegasnya yang masuk neraka hanya sang ayah saja.
Akan berlainan dengan jahiliah modern. Seorang anak dibiarkan hidup dengan tanpa mengenal tuntunan agama sehingga ketika dewasa, kehidupannya pun jauh dari nilai-nuilai agama. Malah acapkali melakukan berbagai kemungkaran yang tidak pernah ditolerir oleh norma-norma susila atau pun agama. Sang ayah pun lebih dahulu memberi contoh mengenai berbagai perbuatan nista. Maka sampai dijemput mautpun keduanya tidak pernah mengenal Sang Pencipta. Bukankah kehidupan seperti ini memngakibatkan celaka dua arah, yakni baik sang ayah atau pun anak, sama-sama celaka, sama-sama menghuni neraka. Bagaimana, jika dua celaka dibandingkan dengan satu celaka?
"Apakah yang menyebabkan kamu memasuki Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin. Dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya. Dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian." Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at (QS. Al-Mudatsir: 42 – 48)
Rabu, 25 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar